Bullet Journal, Menggabungkan Produktivitas dan Kreativitas

Life, Actually

Sejak dulu, salah satu tabiat gue yang sulit hilang adalah bikin rencana. Rasanya kalau punya agenda lalu menuliskan apa yang mau dilakukan di hari itu atau di kemudian hari tuh lega banget, kayak separuh beban terlepas ke bentuk tulisan. Gue memang terbiasa menulis banyak hal agar nggak lupa. Kalau cuma disimpan di otak, biasanya susah banget mau diingat kembali.

Di akhir tahun lalu, seperti orang-orang perencana pada umumnya, gue mencari agenda 2018 yang cocok untuk keperluan gue. Panggil gue ribet, tapi gue nggak mau punya agenda yang bentuknya nggak sesuai dengan kebutuhan gue. Agenda sempurna menurut gue harus ada monthly planner yang berbentuk kotak, enak buat ditulis (punggung bukunya nggak nutup-nutup kalau gue lagi nulis, ngerti gak?), dan spasinya harus besar karena tulisan gue cukup bulet-bulet. Sayangnya, banyak agenda yang nggak memenuhi kriteria agenda sempurna versi gue. Makanya, kalo nggak ada, kenapa nggak buat sendiri aja?

Sejak pertengahan tahun…

View original post 667 more words

Advertisements

Fake News and Fake People

Ha iniiiii…

linimasa

Jadi begini ya.

Semenjak jadi remaja tanggung, entah mengapa percaya 95% sama sesuatu atau seseorang tidak pernah jadi default (not even 100%). Apalagi orang baru yang sekonyong konyong hadir dan seolah memaksakan posisinya di suatu situasi atau dekat seseorang atau diri. Atau orang baru kenal yang mendadak suka memuji. Sering benar instingnya, tetapi kalau salah, tak segan saya ubah pendapat. Karena itu jika pernah membaca kalau seorang Gemini lebih percaya orang yang mengkritisinya dan curiga ketika orang memujinya itu (tidak penting saya Gemini atau bukan) memang dirasakan benar adanya.

shutterstock_212116750-e1479401971146Yang tadinya dirasakan sebagai kekurangan dalam karakter dalam era fake news begini kok rasanya bisa jadi keuntungan. Mau itu berita baik dari tokoh yang dikagumi, atau berita buruk dari yang tak disukai, enggan rasanya menyebar berita kalau belum konfirmasi latar belakang. Malah akhir akhir ini tidak hanya fake news, tapi muncul juga fake people.

Asalnya, suatu hari yang…

View original post 431 more words

‘Edgar Allan Poe’s Tales of Death and Dementia’ – illustrated by Gris Grimly

{coriander in pho}

Buat yang suka ngebaca karya klasik — terutama horor klasik — biasanya “kenal” dengan Edgar Allan Poe. Beliau ini adalah pengarang beberapa cerita horor klasik seperti ‘The Masque of Red Death’, ‘The Cask of Amontillado’, dan puisi ‘The Raven’.

Dibilang horor supranatural ya nggak juga. Bukan horor macem ketemu vampir, jaelangkung, atau pocong. Lebih ke… Apa ya, horor yang disebabkan oleh pikiran kita sendiri.

Banyak kritikus yang berspekulasi bahwa Poe sendiri mengalami gangguan mental seperti schizophrenia atau depresi, makanya karya-karyanya dia ya seperti itu; tema utamanya adalah kegilaan.

And it’s pretty horrific, really.


Saya menyukai karya-karya Edgar Allan Poe karena alasan itu: Horor yang kita alami sumbernya dari pikiran kita sendiri. The monster lies within us. Jadi ketika saya melihat novel grafis ini — eh, ini novel grafis bukan ya? Lebih ke novel dengan ilustrasi yang banyak sih. Err, buku bergambar? — saya langsung tertarik.

Dan dari buku…

View original post 285 more words

Ketika Ayal Bertanya Soal Ahok

abdul-hamid.com

Selepas mengaji bakda maghrib, Ayal terlihat gelisah. Setahuku kutu di rambutnya sudah bersih setelah dicatok, jadi ini pasti bukan persoalan rambut indahnya. Pasti ada yang mengganggu pikiran putri mungilku.

13445712_10154354775259015_5075215379914806482_n

Sebelum aku bertanya, Ayal sudah bertanya duluan. “Bah, kenapa sih temen-temenku di sekolah bilang kalau Ahok bilang Al Qur’an bohong?”

Wah pertanyaan berat. Anak2 SD sekarang memang cihuy.

***

 Abah: “Mbak Ayal dalam pidato di Kepulauan Seribu, Ahok mengatakan ….dibohongi pake surat Al Maidah 51….. “

“Trus” kata Ayal?

“Ada orang namanya Buni Yani, bikin transkrip atau catatan menghilangkan kata “pakai” dan dijadikan status di facebook. Jadilah Ahok dituliskan mengatakan dibohongin Al Maidah 51. Nah Buni Yani sudah mengaku kalau dia mengilangkan kata “pakai”. Padahal statusnya Buni Yani sudah menyebar kemana-mana. Membuat banyak orang merasa Ahok menistakan agama Islam. Menimbulkan kemarahan di mana-mana. (http://metro.news.viva.co.id/news/read/833401-buni-yani-bicara-soal-transkrip-video-ahok-kutip-al-maidah)

Ayal menyambar “Lha memang bedanya dibohongi Al Maidah 51 dengan dibohongi pake Al Maidah 51…

View original post 445 more words