mengudara via jalur maya

lewat tenggat

2014-03-06 16.32.08
Studio radio itu berada di kamar mandi. Masih tampak tegel kotak-kotak kecil warna kuning di lantai dan dinding khas tegel yang biasa terpasang di toilet. Bantal guling berserakan di lantai dan tempat duduk yang menghadap meja berisi CPU komputer dan mikrophone. Di sisi atasnya ruang dipasangi server.

Sambil mengenakan headset yang menutup sepertiga kepala kecilnya, Fendi Rahayu, 37 tahun, mantan buruh migran sedang belajar jadi penyiar radio, pada siang di akhir Februari itu.

Sejak usia 18, ia jadi tenaga kerja di Malaysia. Ia baru pulang ke tanah air September tahun lalu setelah 14 tahun bekerja di Hongkong. “Saya jadi tahu hak-hak, hukum, dan undang-undang buruh migran dari radio SBI ini,” ujar perempuan bergaya tomboy asal Ponorogo itu.

Itulah suasana studio radio Suara Buruh Migran (SBM). Studio SBM berada di markas LSM Institutefor Education Development, Social, Religious, and Cultural Studies (Infest) di Gang Janur Kuning, Jalan Veteran, Kota Yogyakarta. Radio ini…

View original post 1,925 more words

Advertisements

Published by

temukonco

traveling | photography | food-lover | good-listener | secret-keeper | story-teller

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s