Pasar Bahasa

Rubrik Bahasa

Majalah Tempo, 15 Agu 2011. Jajang Jahroni, Mahasiswa S-3 Jurusan Antropologi Boston University, Amerika Serikat

Kalau kita sepakat bahwa bahasa adalah pasar dan masing-masing dari kita adalah penjual sekaligus pembeli, yang diperlukan adalah eksperimentasi. Kita harus mencari, menemukan, dan mencoba kata-kata baru untuk mengatasi berbagai persoalan kebahasaan kita, terutama dari serbuan kata-kata asing. Setelah itu, pasar akan menentukan apakah eksperimen kita diterima atau ditolak. Orang atau lembaga yang punya kuasa memang memiliki peluang yang besar dalam melakukan hal ini. Pakar bahasa Anton Moeliono sering membuat kata baru. Kata “pencakar langit”, “jalan layang”, “pasar swalayan”, dan “nirlaba” adalah hasil temuannya. Polisi pun rajin membuat istilah baru untuk meringkas bahasa mereka, seperti “senpi” (senjata api), “lalin” (lalu lintas), “curanmor” (pencurian kendaraan bermotor), dan “narkoba” (narkotik dan obat berbahaya). Lalu apa yang bisa kita lakukan?

Kalau kita menyadari bahwa kekuasaan tidak terpusat pada orang atau lembaga tertentu, tapi tersebar, kita tidak perlu menjadi…

View original post 603 more words

Advertisements

Published by

temukonco

traveling | photography | food-lover | good-listener | secret-keeper | story-teller

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s