Tantang(an) Lajang!

LINIMASA

Kalau ada satu makanan yang sangat saya suka, namun tidak bisa sering dibeli, adalah martabak manis. Ya, martabak manis. Sebagian dari kita menyebut makanan ini dengan nama “terang bulan”.

(Sumber: ngegas.com) (Sumber: ngegas.com)

Apakah ada alasan kesehatan tertentu, sehingga saya tidak bisa sering mengkonsumsi makanan ini? Alhamdulillah, sejauh ini tidak ada. Meskipun begitu, jujur saya akui, sering kali saya bergidik melihat takaran gula pasir dan mentega yang dituangkan dalam satu adonan martabak. Hiii, serem! Lebih baik memang tidak melihat proses membuatnya secara langsung.

Lalu, apa yang membuat martabak manis ini jarang dibeli?
Tak lain dan tak bukan adalah karena ukurannya.
Sungguh sangat tidak manusiawi untuk para lajang yang tinggal sendiri.

(Sumber: sarihusada.co.id) (Sumber: sarihusada.co.id)

Beneran, lho!

Ukuran normal martabak manis paling kecil itu sudah cukup besar buat saya. Malah terlalu besar. Meskipun sudah dipotong kecil-kecil supaya bisa muat di dalam kotak bungkusan makanan, tetap saja jumlah potongannya banyak sekali. Sementara buat saya, cukup…

View original post 486 more words

Advertisements

Erix Soekamti dan Awkarin

Ternyata ada juga yang nulis tentang ini 😁😁😁

Ocomoyo's!

Disclaimer: postingan ini dari mata seorang penikmat, penggemar feeds mereka di media sosial. Kemungkinan besar postingan ini bakal panjang, antisipasi biar ga bosen siapin cemilan, yes 😂😂😂

Berapa bulan belakangan siapa yang ga kenal Karin Novilda a.k.a Awkarin? Apalagi kalau yang aktif di Instagram atau Youtube pasti akrab dengan perempuan 19 tahun ini.

Muda, cantik (relatif dari siapa yang liat, sih), bertato, followers Instagram-nya banyak, subscribersYoutube-nya apalagi. Yang niruin cara ngomong, dandanan, cara berpakaiannya kebanyakan anak perempuan usia 12-16 tahun kurang lebih.

Sedangkan Erix Soekamti adalah pentolan grup band Endank Soekamti, bapak dari Godblessyou dan Barakallah (nama anak2nya keren, ya? 😁😁) ini juga sama; followers banyak, subscribers bejibun. Kemana pun band ini manggung die hard fans-nya pasti nyamperin khusus untuk liat langsung performancemereka.

Gue sih emang penikmat karya Erix, tapi gue juga lumayan ngikutin apapun tentang Awkarin. Dan sebagai seorang emak beranak dua, di mana sekarang akses…

View original post 1,329 more words

Pasar Bahasa

Rubrik Bahasa

Majalah Tempo, 15 Agu 2011. Jajang Jahroni, Mahasiswa S-3 Jurusan Antropologi Boston University, Amerika Serikat

Kalau kita sepakat bahwa bahasa adalah pasar dan masing-masing dari kita adalah penjual sekaligus pembeli, yang diperlukan adalah eksperimentasi. Kita harus mencari, menemukan, dan mencoba kata-kata baru untuk mengatasi berbagai persoalan kebahasaan kita, terutama dari serbuan kata-kata asing. Setelah itu, pasar akan menentukan apakah eksperimen kita diterima atau ditolak. Orang atau lembaga yang punya kuasa memang memiliki peluang yang besar dalam melakukan hal ini. Pakar bahasa Anton Moeliono sering membuat kata baru. Kata “pencakar langit”, “jalan layang”, “pasar swalayan”, dan “nirlaba” adalah hasil temuannya. Polisi pun rajin membuat istilah baru untuk meringkas bahasa mereka, seperti “senpi” (senjata api), “lalin” (lalu lintas), “curanmor” (pencurian kendaraan bermotor), dan “narkoba” (narkotik dan obat berbahaya). Lalu apa yang bisa kita lakukan?

Kalau kita menyadari bahwa kekuasaan tidak terpusat pada orang atau lembaga tertentu, tapi tersebar, kita tidak perlu menjadi…

View original post 603 more words