Pasar Bahasa

Rubrik Bahasa

Majalah Tempo, 15 Agu 2011. Jajang Jahroni, Mahasiswa S-3 Jurusan Antropologi Boston University, Amerika Serikat

Kalau kita sepakat bahwa bahasa adalah pasar dan masing-masing dari kita adalah penjual sekaligus pembeli, yang diperlukan adalah eksperimentasi. Kita harus mencari, menemukan, dan mencoba kata-kata baru untuk mengatasi berbagai persoalan kebahasaan kita, terutama dari serbuan kata-kata asing. Setelah itu, pasar akan menentukan apakah eksperimen kita diterima atau ditolak. Orang atau lembaga yang punya kuasa memang memiliki peluang yang besar dalam melakukan hal ini. Pakar bahasa Anton Moeliono sering membuat kata baru. Kata “pencakar langit”, “jalan layang”, “pasar swalayan”, dan “nirlaba” adalah hasil temuannya. Polisi pun rajin membuat istilah baru untuk meringkas bahasa mereka, seperti “senpi” (senjata api), “lalin” (lalu lintas), “curanmor” (pencurian kendaraan bermotor), dan “narkoba” (narkotik dan obat berbahaya). Lalu apa yang bisa kita lakukan?

Kalau kita menyadari bahwa kekuasaan tidak terpusat pada orang atau lembaga tertentu, tapi tersebar, kita tidak perlu menjadi…

View original post 603 more words

mengudara via jalur maya

lewat tenggat

2014-03-06 16.32.08
Studio radio itu berada di kamar mandi. Masih tampak tegel kotak-kotak kecil warna kuning di lantai dan dinding khas tegel yang biasa terpasang di toilet. Bantal guling berserakan di lantai dan tempat duduk yang menghadap meja berisi CPU komputer dan mikrophone. Di sisi atasnya ruang dipasangi server.

Sambil mengenakan headset yang menutup sepertiga kepala kecilnya, Fendi Rahayu, 37 tahun, mantan buruh migran sedang belajar jadi penyiar radio, pada siang di akhir Februari itu.

Sejak usia 18, ia jadi tenaga kerja di Malaysia. Ia baru pulang ke tanah air September tahun lalu setelah 14 tahun bekerja di Hongkong. “Saya jadi tahu hak-hak, hukum, dan undang-undang buruh migran dari radio SBI ini,” ujar perempuan bergaya tomboy asal Ponorogo itu.

Itulah suasana studio radio Suara Buruh Migran (SBM). Studio SBM berada di markas LSM Institutefor Education Development, Social, Religious, and Cultural Studies (Infest) di Gang Janur Kuning, Jalan Veteran, Kota Yogyakarta. Radio ini…

View original post 1,925 more words